Radio PTDI UNISA 205 AM 1062 KHz Sahabat Keluarga Muslim Semarang

Selasa, 27 Juli 2010

DUA PERINTAH NABI AGAR BERGAUL DENGAN ULAMA


Rasulullah SAW, bersabda :

عَلَيْكُمْ بِمُجَالَسَةِ اْلعُلَمَاءِ وَاسْتِمَاعِ كَلاَمِ اْلحُكَمَاءِ فَإِنَّ اللهَ تَعَالىَ يُحْيِى اْلقَلْبَ اْلمَيِّتَ بِنُوْرِ الْحِكْمَةِ كَمَا يُحْيِى اْلاَرْضَ اْلمَيْتَةِ بِمَاءِ اْلمَطَرِ

“Hendaknya kalian duduk bersama ulama dan mendengarkan perkataan hukama’ (orang bijak), karena sesungguhnya Allah Ta’ala menghidupkan hati yang mati dengan cahaya hikmah sebagaimana menghidupkan bumi yang mati dengan hujan.”

Dalam riwayat Thabrani dari Abu Hanifah disebutkan :

جَالِسُوْااْلكُبَرَاءِ وَسَائِلُوْااْلعُلَمَاءِ وَخَالِطُوْاالْحُكَمَاءِ

“Duduklah bersama kubara’ (ulama besar) dan bertanyalah kepada para ulama serta bergaullah dengan para hukama’ (orang bijak).”

Dalam riwayat lain dikatakan :

جَالِسُ اْلعُلَمَاءِ وَصَاحِبُ الْحُكَمَاءِ وَخَالِطُ اْلكُبَرَاءِ

“Duduklah bersama ulama dan bergaullah dengan para hukama’ serta dekatilah kubara’.”

Pada dasarnya ulama itu terbagi menjadi tiga kelompok :

1. Ulama yang sangat menguasai dan memahami hukum-hukum Allah.

Ulama seperti ini disebut dengan ash-habul fatwa, yaitu ulama yang banyak mengeluarkan fatwa.

2. Ulama yang sangat dalam kemampuannya tentang ma’rifat kepada Dzat Allah.

Ulama seperti ini disebut hukama’. Golongan ulama ini senantiasa menitikberatkan pada upaya memperbaiki tingkah laku dan akhlak, baik untuk diri sendiri maupun ummatnya. Demikian itu karena hati mereka selalu tersinari dengan ma’rifatullah dan jiwa mereka selalu tersinari dengan cahaya keagungan Allah.

3. Ulama-ulama besar yang disebut dengan al-kubara’

Ulama ini senantiasa melakukan hal-hal yang terpuji untuk kepentingan makhluk Allah, terutama ahli ibadah. Lirikannya lebih memberi manfaat daripada ucapannya. Barangsiapa yang lirikannya memberi manfaat kepada anda, maka tentu bermanfaatlah ucapannya. Begitu pula sebaliknya, barang siapa yang lirikannya tidak memberi manfaat kepada anda, maka ucapannya pun tidak akan memberi manfaat.

Disebutkan dalam suatu kisah bahwa Iman Suhrawardi pernah mengelilingi sebagian mesjid di Khaif di daerah Mina. Ia memandang wajah para hadirin yang ada satu per satu. Ketika ditanyakan tentang sikapnya itu, ia menjawab : “Sesungguhnya diantara hamba-hamba Allah terdapat orang-orang tertentu yang jika seseorang memandang mereka, mereka dapat memberikan kebahagiaan kepadanya, dan aku sekarang sedang mencarinya.”

Rasulullah SAW, bersabda :

سَيَأْتِي زَمَانٌ عَلَى اُمَّتِى يَفِرُّوْنَ مِنَ اْلعُلَمَاءِ وَاْلفُقَهَاءِ فَيَبْتَلِيْهِمُ اللهُ بِثَلاَثِ بَلِيَّاتٍ أُوْلاَهَا يَرْفَعُ اللهُ اْلبَرَكَةَ مِنْ كَسْبِهِمْ وَالثَّانِيَةَ يُسَلِّطُ اللهَ تَعَالَى عَلَيْهِمْ سُلْطَانًا ظَالِمًا وَالثَّالِثَةُ يَخْرُجُوْنَ مِنَ الدُّنْيَا بِغَيْرِ اِيْمَانٍ

“Akan datang suatu masa kepada ummatku dimana mereka lari dari para ulama dan fuqaha’, maka Allah akan menurunkan tiga macam musibah kepada mereka, yaitu : 1. Allah menghilangkan berkah dari rizki mereka; 2. Allah menjadikan penguasa yang Zhalim untuk mereka; dan 3. Allah mengeluarkan mereka dari dunia ini tanpa membawa iman.”

0 komentar:

Posting Komentar

 

RADIO PTDI UNISA 205 Copyright © 2008 Black Brown Art Template by Ipiet's Blogger Template